![]()
Hasil Diskusi dengan Anton Widjojo
Kenapa Hal yang Indah Membuat Kita Bahagia – Banyak hal bisa dianggap indah. Pemandangan, wajah seseorang, seni rupa, atau arsitektur keren, bintang-bintang di langit. atau sekedar pantulan matahari di botol kosong. Keindahan bukanlah sesuatu yang nyata. Ia hanya ada dalam pikiran kita sebagai sebuah perasaan yang menyenangkan. Jika harus dijelaskan, kita menganggap sesuatu itu indah hanya jika warna, bentuk rupa, atau proporsinya menarik atau mampu membuat kita senang atau puas. Keindahan adalah sebuah pengalaman humanis yang telah menemani kita selama jutaan tahun. Bahkan peralatan purba kita dibentuk secara simetris.
Peneliti telah mencoba untuk mencari tahu alasan praktis kenapa pendahulu kita menghabiskan waktu untuk membuat peralatan mereka terlihat bagus, tapi belum menemukan jawabannya. Sepertinya pendahulu kita membentuk alat mereka menyerupai tetesan air hanya karena mereka menyukainya. Sepanjang sejarah kita, definisi keindahan telah banyak berubah. Idealisme akan keindihan telah beralih, bergeser atau menjadi berlawanan. Tetapi di luar selera individu dan kontemporer, ada hal-hal yang tidak berubah seperti ‘golden ratio’, simetris atau pola fraktal dapat ditemukan dalam kebudayaan-kebudayaan seni dan asitektur kita dari awal peradaban hingga hari ini. Manusia sepertinya terikat pada suatu kesepakatan misterius tentang keindahan pada hal-hal tertentu. Semua pola-pola yang terus muncul berasal dari alam. Pola tersebut menjadi bagian dari biologi kita karena telah membantu pendahulu kita untuk bertahan hidup.
Mengapa Keindahan Membuat Kita Bahagia? Misalnya, pola fraktal muncul di setiap penjuru alam seperti cangkang siput, bunga, ombak dan awan. Mengidentifikasi dan menilai fenomena tersebut secara benar dulunya sangat penting. Gumpalan awan menandakan hujan akan turun. Apakah laut ini aman untuk direnangi? Bolehkah tanaman ini kumakan? Poin lainnya adalah simetri. Di alam kesimetrisan berarti semuanya telah sesuai; tangkai, pohon, dedaunan dan bunga tumbuh secara simetris. Rusa dengan tanduk yang simetris menandakan daging yang bernutrisi. Tanaman yang cacat bisa jadi tidak aman untuk dimakan. Wajah yang simetris kemungkinan dimiliki oleh pasangan yang sehat dan subur. Karena kesimetrisan sering dijumpai pada flora dan fauna, otak kita menjadi familiar dengannya. Kesimetrisan memudahkan pendahulu kita untuk mengevaluasi lingkungannya dan bereaksi lebih baik terhadap ancaman. Hal-hal yang membantu kita untuk bertahan mengaktifkan pusat ‘apresiasi’ pada otak kita. Mengenali tanda-tanda keamanan dan nutrisi memicu perasaan menyenangkan untuk kita. Jadi bisa saja rasa keindahan dalam diri kita berevolusi dari pengenalan pola.
Sekarang keindahan telah melampaui masalah “survival”, manusia sepertinya telah mengevolusikan rasa keindahan yang tertanam secara mendalam. Ia tetap ada meski otak kita tidak memproses hal-hal lainnya. Pasien Alzheimer diminta untuk mengurutkan keindahan beberapa lukisan. Kemudian dua minggu setelahnya diminta lagi untuk melakukan hal yang sama. Pasien tersebut telah lupa pada lukisan-lukisan tersebut, tapi urutan keindahannya tetap sama. Banyak yang beranggapan eksperimen itu tidak menjelaskan apa-apa, karena wajar saja kalau orang punya selera tertentu. Tapi penelitian lainnya menunjukkan bahwa kita punya ‘denominator umum terendah’ tentang keindahan. Pada eksperimen lainnya orang-orang diminta untuk membedakan lukisan abstrak asli dan palsu. Beberapa lukisan asli dilukis oleh Mondrian dan Pollock yang dilukis dengan aturan tertentu seperti pola fraktal, sedangkan yang palsu tidak. Mayoritas orang mengenali lukisan yang asli. Meskipun sangat berbeda, orang mampu mengenali karya asli pelukis tersebut dari imitasinya. Eksperimen selanjutnya juga masih tentang lukisan abstrak, hanya saja objeknya digambar oleh anak-anak dan hewan. Lagi-lagi subjek penelitian mampu membedakan lukisan abstrak yang dibuat dengan pola secara terencana, bukannya acak. Jadi meskipun sulit bagi kita untuk menjelaskan apa itu keindahan, atau darimana asalnya, kita tetap saja mampu mengenalinya ketika kita melihatnya.
Kenapa Keindahan itu Penting? Manusia tidak lagi menjelajahi alam sambil berusaha untuk bertahan hidup. Kita meninggalkan dunia yang alami dan membuat dunia kita sendiri seperti tata kota dan bangunan megah. Setiap objek di sekeliling kita, yang kita kenakan atau kita lihat, semuanya adalah buatan kita sendiri. Seiring dengan pertumbuhan populasi dan persebaran kita di planet bumi, kita juga membentuk lingkungan yang benar-benar buatan manusia. Dalam prosesnya seringkali kita mengabaikan keindahan demi memenuhi fungsi, biaya atau efisiensi. Kita membangun baris-baris bangunan beton yang tidak ingin dihuni siapapun. Kita punya stasiun kereta bawah tanah yang kaku. Kita punya kantor pelayanan publik yang megah namun hampa, dan mal-mal yang tergeletak begitu saja. Kotak hambar yang bersebelahan dengan satu sama lain. Manusia tidak suka ‘ke-monoton-an’. Perangkat pelacak mata menunjukkan bahwa orang-orang terus fokus pada detil dan ornamen atau arsitektur, tapi hanya melihat sekilas pada dinding yang kosong. Tidak hanya membosankan, dinding kosong juga membuat kita menderita. Eksperimen pada panca indera menunjukkan bahwa melihat pemandangan monoton membuat kita bosan dan tidak nyaman. Kebosanan semacam ini menimbulkan peningkatan detak jantung dan level stres.
Hal berlawanan juga berlaku. Beberapa dekade terakhir penelitian menunjukkan bahwa lingkungan yang secara estetis menyenangkan bagi kita dapat meningkatkan kesehatan, perilaku prososial, fungsi kognitif serta mood kita. Tubuh dan otak kita bereaksi secara terukur dan terlihat terhadap apapun di sekitar kita. Khususnya keindahan, ia punya dampak yang besar terhadap kesehatan kita sehingga memperindah barang-barang yang berguna akan membuatnya lebih baik. Pada 2017 sebuah rumah sakit memeriksa faktor-faktor pemulihan pasien melalui observasi dan wawancara lalu menemukan bahwa keberadaan seni rupa di area santai membuat mereka lebih nyaman dan senang secara umum. Penelitian lainnya dilakukan untuk melihat pemulihan pasien di rumah sakit yang memiliki dua bangsal. Bangsal yang sudah tua+jelek dan bangsal yang baru saja direnovasi. Peneliti menemukan bahwa pasien yang menghuni bangsal baru butuh lebih sedikit penghilang rasa sakit dan boleh meninggalkan rumah sakit sekitar 2 hari lebih awal dibandingkan pasien yang menghuni bangsal tua. Sekeliling yang lebih indah membuat mereka lebih baik secara fisik.
Keindahan juga mempengaruhi kegiatan kita sehari-hari. Keindahan mampu meningkatkan kebahagiaan kita secara umum. Penelitian yang mencari faktor utama yang mempengaruhi kebahagiaan orang dewasa menghasilkan hasil yang tidak terduga. Selain faktor seperti gaya hidup sehat dan keluarga yang harmonis, kebahagiaan individual dipengaruhi oleh seberapa indah kau menganggap kota tempat tinggalmu. Keindahan lebih penting daripada kebersihan atau keamanan.
Jadi, apa yang bisa kita pelajari kali ini? Kita tahu bahwa selama jutaan tahun manusia telah disempurnakan untuk memproses berbagai input visual dan menilai sekeliling kita. Seperti itulah kita diciptakan dan kita mulai belajar lebih banyak tentang seberapa besar pengaruh keindahan terhadap kita. Keindahan menjadi kebutuhan nyata akan informasi yang berguna bagi kehidupan. Mungkin kita perlu untuk memberi lebih banyak ruang akan keindahan di dunia buatan manusia yang kita ciptakan ini.


