
Halo Pembaca, apakah Anda pernah bertanya-tanya tentang bagaimana Anda bisa sampai menjadi diri Anda? Mungkin, anda mengamati mengapa beberapa orang dewasa lebih tegang daripada yang lain sementara yang lain menyenangkan? Seperti klise kedengarannya namun semuanya kembali ke masa kecil Anda. Kondisi masa kini tergantung pada rumah tangga tempat kita dibesarkan. Pengalaman penulis menujukan, ada yang matanya berbinar mengingat masa dimana dirinya tumbuh. Namun, ada sebagian yang merasa ngeri saat memikirkannya. Penulis ingin mengingatkan pembaca bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengubah masa depan Anda. Bahkan, jika peristiwa masa lalu tertentu menempatkan Anda pada kondisi yang mengecewakan saat ini. Berikut adalah beberapa mekanisme bagaimana masa kecil Anda memengaruhi gaya hidup Anda.
Nomor satu jika orang tua Anda sangat ketat Anda mungkin tumbuh menjadi kodependen. Apakah Anda memiliki ibu yang merasa dirinya yang paling tahu dan memilihkan setiap pakaian untuk Anda? Mungkin ayah yang tidak fleksibel yang membuat Anda berlatih lebih banyak olahraga daripada bergaul dengan teman-teman Anda? Penulis asumsikan mereka bermaksud baik atau percaya bahwa mereka melakukan yang terbaik untuk Anda. Mengasuh dengan “sangat baik” memiliki efek samping yang berbahaya, salah satunya adalah kemungkinan besar berdampak sebagai orang dewasa Anda. Anda mungkin mengandalkan pasangan Anda untuk mengurus tugas-tugas atau mengalami kesulitan beradaptasi dengan kehidupan kerja.
Nomor dua Jika orang tua Anda memiliki pernikahan yang kurang mulus itu mengubah pengertian “hubungan romantic” Anda. Apabila orang tua Anda berpisah terutama jika peristiwa itu terjadi selama masa kanak-kanak awal Anda menunjukkan bahwa Anda cenderung memiliki tuntutan yang lebih tinggi dalam hal hubungan romantic. Anda mungkin mengharapkan pasangan Anda untuk menunjukkan tingkat loyalitas dan kasih sayang moral yang lebih tinggi sehingga Anda dapat mempercayai mereka dengan lebih baik.
Ketiga. Apabila orang tua Anda mengatur Anda dengan ketat, usia dewasa lebih mungkin mengembangkan depresi. oke penulis berbicara tentang ketergantungan (codependensi)tetapi depresi juga merupakan efek samping yang merusak dari pengasuhan otoriter ketika Anda tumbuh bersama orang tua yang melakukan semua pengambilan keputusan untuk Anda. Kondisi ini membuat Anda berasumsi bahwa Anda tidak cukup kompeten untuk memecahkan masalah sendiri. Boro-boro mendengarkan Anda dan mendidik Anda untuk belajar dari kesalahan Anda, mereka sering memaksakan keputusan kepada Anda bahkan yang membuat Anda tidak bahagia. Situasi ini dapat menyebabkan perasaan tidak berharga dan harga diri rendah yang kemudian saat dewasa bermanifestasi menjadi depresi.
Keempat jika Anda banyak meniru orang tua Anda. Anda lebih mungkin untuk terbuka terhadap budaya lain. Anda sering meniru orang tua Anda tumbuh bahkan jika tindakan tidak selalu masuk akal Anda tahu bahwa mereka memiliki semacam tujuan. Sebuah Penelitian meminta orang dewasa menunjukkan kepada seorang anak cara membuka kotak dengan tongkat meskipun lebih praktis menggunakan jari-jari mereka. Ketika anak-anak meniru perilaku orang tua mereka, mereka lebih cenderung beradaptasi dengan norma-norma budaya itu karena kepercayaan dan adat budaya. Mungkin tidak selalu terlihat praktis dan bahkan bisa ketinggalan zaman tetapi ketika individu terbuka untuk mempelajarinya, mereka juga memiliki kemampuan untuk lebih sadar budaya.
Kelima jika Anda dipukuli sebagai seorang anak. Anda mungkin menjadi lebih licik sebagai orang dewasa. Informasi saja beberapa negara sekarang ilegal untuk memukul anak, karena dianggap sebagai kekerasan fisik. terlepas tingkat keparahan, pukulan memiliki efek samping yang berbahaya mulai dari masalah akademis hingga masalah kesehatan seperti kematian di usia muda. Usia yang lebih muda dari penyakit kanker, jantung dan penyakit pernapasan. Penulis Daniel Pink menyatakan bahwa mencoba mempengaruhi perilaku anak dengan menawarkan hadiah dan hukuman tidak selalu menghasilkan perilaku yang diinginkan. faktanya anak-anak yang dipukul mungkin bekerja lebih keras untuk menghindari hukuman
Keenam jika orang tua Anda memiliki kecanduan narkoba atau alcohol. Anda akan rentan terhadap perfeksionisme. Anda tahu seseorang yang serius memiliki etos kerja yang baik dan mungkin sedikit perfeksionis bagus sih tapi betapa letih dirinya. Ketika seorang anak memiliki orang tua yang pecandu alkohol atau pecandu narkoba, individu yang kurang beruntung ini tidak pernah memiliki kesempatan untuk melepaskan betapa menyenangkannya menjadi seorang anak. Sbaliknya mereka harus tumbuh lebih cepat daripada anak-anak lain dan mengurus tanggung jawab rumah tangga. Di sisi lain beberapa anak mungkin mengadopsi (meniru) kebiasaan orang tua mereka yang dapat bermanifestasi menjadi depresi kecemasan dan perasaan tidak berharga.
Terakhir, Anda memiliki hubungan dekat dengan ayah Anda. Anda lebih mungkin untuk memasuki hubungan yang lebih sehat Kita semua mungkin pernah mendengar istilah “father issue” Sayangnya penelitian hanya terus menunjukkan bahwa father issue itu nyata dan benar. Salah satu penelitian, meneliti kualitas hubungan ayah-anak. Diantara tiga kelompok anak-anak yatim piatu dari orang tua yang bercerai dan anak-anak dan keluarga yang stabil. Hasil menunjukkan bahwa anak-anak, apakah mereka laki-laki atau perempuan. Ketika anak memiliki hubungan dekat dengan ayah mereka, mereka lebih mampu daripada mereka yang tidak memiliki ayah. Orang yang dekat dengan ayahnya mampu mencintai, dan belajar untuk bersabar dengan orang lain. Alhasil kita cenderung melakukan hal yang sama untuk pasangan romantis kita.
Dari contoh-contoh di atas, penulis hanya berupaya merangkum agar rekan pembaca memahami bagaimana pola interaksi anak-anak dengan orang-orang yang paling dekat dengan dirinya (orang tua) memiliki kontribusi dalam pola perilakunya ketika dewasa. Lalu bagaimana caranya memperbaiki diri dengan luka masa lampau? Penulis menyarankan, coba hubungi tenaga Kesehatan mental. Mereka sudah sampai muntah-muntah belajar tentang manusia dan dinamika intrapsikis diawal kehidupan. Mereka akan dapat memetakan pola interaksi yang terjadi antara anda dan diri anda di masa lampau. Jadi, jangan sungkan menghubungi tenaga professional Kesehatan mental. Kecuali anda ingin selalu terjebak pada pola yang selalu berulang dan mengulangi kesalahan yang sama, intervensi psikologis bisa menjadi solusi bagi anda untuk tumbuh menjadi manusia yang mandiri.


