Wikantiyoso

,

Manifestasi Kondisi Depresi yang Tidak Lazim

·

4–6 menit

baca

Banyak orang, ketika berpikir tentang depresi, mengaitkannya dengan kesedihan mendalam. Namun, depresi tidak hanya berkaitan dengan kesedihan. Salah satu cara terbesar manifestasi depresi adalah melalui kemarahan atau mudah tersinggung. Artikel ini akan mengupas mengapa hal ini terjadi dan bagaimana kita dapat menghadapinya.

Depresi sebagai Kemarahan yang Terpendam

Depresi seringkali muncul sebagai kemarahan yang terpendam. Ini adalah salah satu cara utama bagaimana depresi dapat muncul pada anak-anak, remaja, bahkan pada orang dewasa. Ini berarti bahwa kemarahan tersebut tidak menghilang dengan sendirinya saat seseorang beranjak dewasa. Untuk memahaminya, kita perlu memahami dua mekanisme dasar koping manusia ketika menghadapi rasa sakit: internalisasi dan eksternalisasi.

Internalisasi adalah saat seseorang mengarahkan perasaan mereka yang tidak menyenangkan ke dalam diri mereka sendiri. Mereka merasa bersalah, malu, atau bahkan tidak berharga. Ini adalah bentuk depresi yang paling umum dikenal, di mana seseorang merasa seperti mereka adalah masalah dalam hidup mereka.

Eksternalisasi Emosi

Di sisi lain, eksternalisasi adalah ketika perasaan negatif tersebut diproyeksikan ke luar, mengarah ke kemarahan dan mudah tersinggung. Ini adalah cara seseorang mencoba melepaskan diri dari perasaan sedih yang dalam. Mereka mungkin menyalahkan orang lain, menunjuk jari pada situasi, atau hanya menjadi sangat marah dengan segala sesuatu di sekitar mereka. Ini adalah mekanisme pertahanan yang digunakan untuk menjaga jarak dari perasaan yang sangat menyakitkan.

Peran Hubungan Antar Manusia dalam Depresi

Hubungan adalah salah satu sumber utama kebahagiaan dan stres dalam hidup kita. Mereka bisa menjadi sangat mendalam dan indah, tetapi juga memicu stres dan kecemasan. Bahkan hubungan yang kuat memerlukan usaha, komunikasi yang baik, dan pemahaman satu sama lain. Inilah mengapa kami ingin memperkenalkan Anda pada Ritual, sebuah aplikasi yang dapat membantu Anda dan pasangan Anda memahami cara mengatasi konflik dan berkomunikasi lebih baik, sambil mempelajari keterampilan untuk mengubah krisis menjadi pertumbuhan dalam hubungan Anda.

Ritual adalah alat yang hebat yang menjadikan perawatan pasangan lebih terjangkau dan mudah diakses daripada konseling tradisional. Ini memungkinkan Anda menjadwalkan sesi online dengan seorang ahli hubungan, dan kemudian bekerja melalui program pendidikan mereka yang berisi video, kuis, pelajaran, dan lembar kerja, langsung di ponsel Anda. Anda dapat bekerja sama dengan ahli hubungan Anda dalam sesi, dan mereka dapat membantu Anda membuka bagian yang perlu ditingkatkan. Jadi, apakah Anda ingin memperbaiki hubungan Anda dan mengubah tantangan menjadi pertumbuhan, Ritual bisa menjadi solusi yang Anda cari.

Pemahaman tentang Depresi

Depresi bukan sekadar perasaan sedih. Kondisi Ini adalah pengalaman seluruh tubuh yang dapat memengaruhi setiap aspek kehidupan Anda. Gejala depresi meliputi kehilangan minat dalam aktivitas, perubahan nafsu makan atau tidur, dan perasaan sedih yang mendalam. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa sekitar 30-40 persen orang yang mengalami depresi juga mengalami kemarahan atau mudah tersinggung sebagai bagian dari gejalanya.

Kemarahan ini bisa sangat kuat sehingga disebut sebagai serangan kemarahan, bahkan dikaitkan dengan serangan panik dalam beberapa penelitian. Ada hubungan antara kemarahan dan depresi yang lebih parah, tingkat penyalahgunaan zat yang lebih tinggi, dan bahkan gangguan bipolar dalam keluarga. Jadi, mengapa kemarahan menjadi begitu terkait dengan depresi?

Mekanisme Koping dan Depresi

Depresi sering kali membuat seseorang kesulitan mengatur emosi mereka. Mereka mungkin lebih reaktif, cepat marah, atau sulit mengatasi frustrasi. Hal ini terkait dengan perubahan persepsi dunia. Orang yang hidup dengan depresi seringkali melihat dunia dengan bias negatif. Mereka rentan terhadap stres kecil yang dirasakan sebagai lebih besar dari yang seharusnya. Mereka juga cenderung mengeksternalisasikan perasaan mereka dan menyalahkan orang lain atas perasaan mereka.

Selain itu, depresi dapat merubah pandangan dunia seseorang secara keseluruhan. Pemicu stres kecil terasa lebih besar, dan komentar netral dapat terdengar seperti serangan pribadi. Ini membuat seseorang dengan depresi merasa terisolasi dan kesulitan dalam hubungan sosial.

Depresi Menciptakan Ketidaknyamanan Fisik

Selain dampak psikologisnya, depresi juga dapat menyebabkan rasa sakit fisik dan kelelahan emosional. Orang dengan depresi seringkali merasa sangat lelah secara fisik. Ini adalah hasil dari stres emosional yang terus menerus, yang bisa sangat melelahkan. Depresi dapat mempengaruhi tubuh dan pikiran, membuat seseorang merasa benar-benar kelelahan sepanjang waktu.

Mengatasi Depresi yang Termanifestasi sebagai Kemarahan

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami depresi yang muncul dalam bentuk kemarahan atau mudah tersinggung, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengatasi kondisi ini.

Pertama, penting untuk mencari cara yang sehat untuk mengungkapkan perasaan yang terpendam. Terapi atau menulis jurnal dapat membantu dalam proses ini. Ini membantu individu belajar cara mengatasi emosi dan menantang pemikiran negatif yang mungkin muncul akibat depresi.

Kedua, meningkatkan kesehatan fisik juga sangat penting. Olahraga, tidur yang cukup, dan nutrisi yang baik dapat membantu mengatasi gejala fisik dan emosional depresi.

Ketiga, dalam membantu seseorang yang mengalami depresi dan mudah tersinggung, penting untuk tidak langsung merespon dengan kemarahan atau pertentangan. Melihat di balik kemarahan mereka dan mencoba memahami perasaan yang lebih dalam adalah kunci.

Mendukung Orang yang Mengalami Depresi

Jika Anda berinteraksi dengan seseorang yang mengalami depresi yang muncul sebagai kemarahan atau mudah tersinggung, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memberikan dukungan.

Pertama, penting untuk memahami bahwa mereka bertanggung jawab atas perasaan dan tindakan mereka. Tidak ada tugas Anda untuk “mengubah” mereka atau membuat mereka bahagia. Ini adalah tugas mereka sendiri.

Kedua, jangan merespon dengan marah atau pertentangan saat mereka marah. Cobalah untuk memahami perasaan yang mendasarinya dan tawarkan dukungan. Bertanya bagaimana Anda bisa membantu atau mendukung mereka adalah langkah yang baik.

Ketiga, mencerminkan perasaan mereka kembali kepada mereka. Ini dapat membantu mereka mengartikulasikan apa yang mereka rasakan dan memperkuat koneksi emosional.

Depresi bukan sekadar kesedihan. Ini adalah pengalaman yang dapat muncul dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah kemarahan atau mudah tersinggung. Namun, depresi dapat diatasi dengan dukungan yang tepat, pemahaman, dan langkah-langkah untuk mengatasi emosional dan fisik. Untuk mengatasi depresi yang termanifestasi sebagai kemarahan, penting untuk mencari cara sehat untuk mengungkapkan perasaan yang terpendam, meningkatkan kesehatan fisik, dan memberikan dukungan kepada mereka yang mengalami kondisi ini. Dengan langkah-langkah ini, depresi dapat diatasi, dan seseorang dapat kembali ke jalan menuju kesejahteraan mental.

Dr. B Wikantiyoso, Psi

Tentang Pengasuh

Dr. B Wikantiyoso, Psi

Founder Matala.id · Mental Health Advocate · Clinical Psychologist · Career Counselor · ReAttach Therapist

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Wikantiyoso

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca