Wikantiyoso

Mengapa Motivasi Saya Tidak Muncul?

·

4–7 menit

baca

Tulisan kali ini ingin berbicara tentang apa yang mendorong Anda untuk produktif dan memberi Anda motivasi. Ada beberapa teori yang menjelaskan apa yang mendorong perilaku Anda. Teori motivasi terkemuka dikembangkan oleh Abraham Maslow, yang disebut hierarki kebutuhan Maslow. Hirarki ini diilustrasikan sebagai piramida, dengan kebutuhan paling dasar di bagian bawah piramida dan kebutuhan yang lebih kompleks di bagian atas. Idenya adalah bahwa kebutuhan kita bersifat progresif alias tumbuh.

Kebutuhan di dasar piramida harus dipenuhi sebelum Anda termotivasi untuk pindah ke tingkat berikutnya. Mari diilustrasikan pyramida tersebut,. Di bagian bawah, Anda memiliki kebutuhan fisiologis seperti kebutuhan akan makanan, air, tidur dan tempat tinggal. Tingkat berikutnya adalah kebutuhan akan rasa aman dan perlindungan diri. Ini termasuk perasaan stabil secara emosional, mandiri dan kepastian hukum atau aturan dan ketertiban. Kedua tingkat ini adalah kebutuhan dasar Anda, dan ketika kebutuhan ini tidak terpenuhi, Anda merasa sangat kekurangan.

Tingkat berikutnya pada piramida adalah kebutuhan untuk berafiliasi dan saling memiliki. Di sinilah Anda sebagai manusia membangun hubungan yang dekat dengan keluarga, teman dan pasangan (secara romantic), atau  bisa juga Anda terhubung ke kelompok atau sebuah cita-cita. Jadi misalnya, Anda adalah seseorang yang tidak terlalu suka berada di sekitar orang, atau Anda tidak memiliki teman, kebutuhan ini masih dapat dipenuhi dengan memiliki orang tua yang peduli dengan Anda, atau menjadi penggemar saalah satu klub bola. Dengan kata lain, tingkat ini mencakup berafiliasi dengan entitas yang lebih besar dari individu (diri anda) yang memungkinkan Anda merasa seperti memiliki sesuatu dan tidak sepenuhnya sendirian.  tingkatan selanjutnya di piramida adalah kebutuhan akan status dan harga diri. Dengan kebutuhan ini, Anda termotivasi untuk membangun harga diri, pengakuan, dan penguasaan akan sesuatu. Kedua level ini adalah kebutuhan psikologis Anda. Ketika kebutuhan-kebutuhan ini tidak terpenuhi, Anda bisa merasa kosong, hampa, tidak dihargai, rendah diri, dan tidak layak.

Tingkat terakhir dan tertinggi adalah kebutuhan aktualisasi diri. Level ini adalah tentang pertumbuhan pribadi. Pada tingkatan ini biasanya hal-hal seperti mengenali dan memanfaatkan sepenuhnya bakat Anda untuk meraih manfaat terbesar dalam hidup. Anda menginginkan  tindakan Anda memiliki makna dan menciptakan nilai (value), atau mengalami kepuasan bahwa Anda memiliki kehidupan yang dijalani dengan baik. Anda tidak harus berusia 80 tahun keatas untuk merasa bahwa Anda telah menjalani kehidupan yang baik. Perasaan bermakna dan bernilai ini bersifat relatif. Pada tingkat penilaian diri ini, Anda melihat apa yang telah dan sedang Anda lakukan, dan seberapa penting bagi Anda, bahkan jika Anda memiliki lebih banyak hal yang ingin Anda lakukan.

Faktanya, memiliki lebih banyak hal untuk dilakukan atau yang diharapkan adalah kondisi yang baik karena Anda masih memiliki pilihan lain untuk mengarahkan Anda terus berkembang. Tingkat terakhir ini adalah kebutuhan pemenuhan diri.

Tulisan ini mulai dengan dasar, berkembang ke psikologis, lalu ke pemenuhan diri. Mengapa semua ini penting? Karena Anda bisa terjebak pada salah satu level ini dan merasa kurang atau tidak puas dan tidak tahu mengapa. Anda tidak harus memenuhi kebutuhan Anda 100% di setiap level sebelum melanjutkan ke level berikutnya, tetapi kebutuhan tersebut harus dipenuhi secara dominan. Misalnya, katakanlah Anda berusia 35 tahun, dan Anda tidak memiliki pasangan hidup seperti yang Anda kira pada akhir usia 20-an atau bahkan awal 30-an. Kemungkinan isu tidak memiliki pasangan menjadi titik yang menyakitkan bagi Anda dan membuat Anda merasa tidak puas dengan kondisi Anda dalam konteks kehidupan pribadi . Namun perlu juga diingat kondisi “sendirian” sebaiknya tidak menghalangi Anda untuk merasa berhasil secara profesional.

Kepribadian Anda dapat membuat Anda memprioritaskan kebutuhan tertentu yang berbeda dengan orang lain. Misalnya, menurut piramida, kebutuhan akan kedekatan atau keintiman hadir sebelum kebutuhan untuk dicapai dan dihormati. Katakanlah secara pribadi Anda tidak melihat hubungan sebagai hal yang penting dan lebih fokus untuk menjadi sukses secara finansial dan menjadi seorang “ahli” di bidang Anda. Keprbadian anda memang kurang merasa nyaman untuk dekat dengan orang lain. Namun, ketika Anda sampai pada titik menghasilkan banyak uang dan dipromosikan di bidang Anda, diri Anda masih terasa kosong dan tidak puas. Anda pikir rasa kosong tersebut disebabkan karena masih ada level lain yang belum Anda capai dalam profesi Anda, atau mungkin Anda berada di bisnis atau bidang  yang salah dan perlu memulai dengan sesuatu yang lain. Pada contoh kasus “andai” di atas, Anda tidak pernah benar-benar merasa puas dengan tingkat pencapaian Anda. Mungkin karena Anda melewatkan kebutuhan akan rasa memiliki dan kedekatan atau mencintai. Anda mengejar uang dan pengakuan untuk mengisi kekosongan karena tidak terhubung dengan seseorang atau sesuatu yang berarti bagi Anda. Sayangnya, pekerjaan atau bisnis tidak memenuhi kebutuhan keintiman itu.

Berikut Ini adalah satu contoh sederhana tentang bagaimana mengenali kebutuhan Anda dan menginventarisasi apa yang Anda miliki dan apa yang belum lengkap dapat membantu Anda melepaskan diri dari rasa hampa. Untuk bisa menginventaris ini secara mandiri, Anda dapat melakukannya dengan membuat tabel dan menuliskan apa yang sudah terasa memuaskan dan apa yang belum terpenuhi. Namun, jika tidak memberikan “kelegaan emosi” anda dapat mengunjungi tenaga profesional kesehatan mental untuk mendapatkan dampak maksimal

Menurut Maslow, kebanyakan orang tidak hidup di tingkat aktualisasi diri, melainkan melayang-layang di sekitar tingkat status harga diri dan ingin dicintai (terhubung dengan orang lain). Dia mengusulkan bahwa orang yang berhasil mengaktualisasikan diri memiliki karakteristik khusus, dan inilah tujuh di antaranya.

Pertama, mereka menerima diri mereka sendiri dan orang lain dan memiliki pandangan dunia yang demokratis. Demokratis yang dimaksud dalam arti umum, seperti anti-otoriter, semua orang dianggap setara. Kedua, mereka merangkul alias menerima ada hal-hal yang tidak diketahui serta dapat mentolerir ketidakpastian. Ketiga, mereka memprioritaskan perjalanan daripada tujuan, jadi pengalaman lebih penting daripada hasilnya. Empat, mereka menjalin hubungan yang mendalam dengan beberapa orang serta membutuhkan privasi dan waktu sendiri. Lima, mereka peduli dengan kesejahteraan umat manusia secara keseluruhan. Enam, mereka memiliki selera humor yang tidak bermusuhan. Mereka dapat menertawakan diri mereka sendiri, tapi lelucon yang mengolok-olok orang lain menjadi kurang terasa sisi humornya. Mereka tidak menemukan humor dalam lelucon yang menghina atau merendahkan orang. Nomor tujuh, mereka lebih fokus pada masalah daripada fokus pada diri sendiri. Menjadi aktualisasi diri adalah tujuan yang ingin dicapai, tetapi dengan tidak mencapainya tidak berarti Anda telah gagal dalam hidup.

Maslow melihat, aktualisasi diri adalah tentang pemenuhan diri dengan cara apa pun yang cocok untuk Anda. Dengan tulisan ini, mungkin anda dapat mendapat kan suatu Insight mengapa anda kurang terdorong untuk melakukan sesuatu lebih produktif. Mungkin anda merasa bahwa apa yang anda kerjakan tidak sesuai kebutuhan anda. bisa juga, ada kebutuhan yang belum terpenuhi hingga sekarang. Berkenan melakukan eksplorasi lebih jauh Bersama tenaga professional kesehatan mental agar anda dapat mengaktualisasikan diri secara optimal?

Dr. B Wikantiyoso, Psi

Tentang Pengasuh

Dr. B Wikantiyoso, Psi

Founder Matala.id · Mental Health Advocate · Clinical Psychologist · Career Counselor · ReAttach Therapist

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Wikantiyoso

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca