Wikantiyoso

,

Menghadapi Pikiran Ingin Mati dan Perasaan Jijik dengan Diri

·

2–3 menit

baca

Pada tulisan hari ini, kita akan membahas pikiran bunuh diri dan mengapa pikiran tersebut bisa muncul begitu sering dan mengapa Pikiran ini bisa begitu membingungkan. Kita juga akan membahas bagaimana faktor-faktor yang bisa memengaruhi pemikiran manusia yan ingin mengakhiri hidupnya sendiri, Selain itu, kita juga akan membahas cara mengatasi gejala depresi dan mengapa perasaan tidak menyenangkan sejak usia dini bisa menyebabkan kita menyakiti diri sendiri dan orang lain. Mari kita mulai!

1. Pikiran Bunuh Diri yang Pasif

Pertanyaan yang sering muncul dalam pengalaman penulis adalah “saya tidak memiliki rencana atau niat untuk bunuh diri, tetapi ide tentang bunuh diri selalu ada dalam pikiran saya. Saya merasa tenang sekaligus takut saat memikirkannya. Saya terlalu takut untuk membicarakannya dengan orang lain dan merasa itu bukan masalah besar.”

Pikiran bunuh diri sering muncul dari perasaan putus asa. Bahkan jika kita tidak memiliki rencana atau niat, pikiran tersebut bisa menjadi semacam mekanisme koping yang muncul ketika kita merasa stres atau kelelahan. Pikiran ini bisa terasa menenangkan karena memberikan kita perasaan memiliki kendali, tetapi juga menakutkan karena kita tahu itu bukan solusi yang baik. Jika Anda merasa nyaman, cobalah untuk membicarakan hal ini dengan terapis Anda. Ingat, Anda tidak sendirian, dan mereka ada untuk membantu Anda. Mereka tidak akan mengirim Anda ke rumah sakit jiwa hanya karena Anda memiliki pikiran ini tanpa niat untuk melakukannya. Buatlah rencana intervensi bersama terapis Anda dan cari cara lain untuk mengatasi stres tanpa harus bergantung pada pikiran bunuh diri.

2. Mengatasi Gejala Depresi

Perasaan ingin mati dan mengakhiri hidup sering muncul pada individu yang  merasa terus-menerus terjebak dalam depresi dan kecemasan. Mereka merasa tidak memiliki energi atau motivasi dan lebih banyak pikiran negatif daripada positif. Jika Anda merasa sangat terjebak, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan untuk menemui psikiater dan membicarakan kemungkinan menggunakan obat antidepresan. Selain itu, cobalah teknik aktivasi perilaku, seperti memaksa diri untuk melakukan hal-hal yang biasa Anda nikmati meskipun Anda tidak memiliki motivasi. Aktivitas fisik seperti berjalan di bawah sinar matahari pagi juga bisa sangat membantu.

3. Menghadapi Masa Lalu yang Kelam

Kadang, perasaan yang umum terjadi lagi ketika seseorang yang merasa jijik pada diri sendiri. Perasaan jijik ini terutama saat banyak sekali mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat masih berada di usia sangat muda. Penting untuk diingat bahwa Anda masih sangat muda saat itu dan tindakan yang  tidak Anda inginkan mungkin dipaksa atau dimanipulasi oleh orang dewasa di sekitar Anda. Anda adalah korban dalam situasi ini, dan Anda layak mendapatkan bantuan dan dukungan untuk menyembuhkan luka-luka ini. Terapi bisa sangat membantu dalam memproses perasaan ini dan menemukan kedamaian.

Mengenali tanda-tanda rasa ingin mati pada orang dewasa dapat membantu mereka memahami diri mereka sendiri dan mencari dukungan yang diperlukan. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menunjukkan tanda-tanda ini, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental. Memahami dan menerima bisikan untuk ingin bunuh diri dalam kesadaran, jika dipandu dengan tenaga profesional kesehatan mental, dapat membantu  membuka jalan bagi pemahaman yang lebih baik tentang diri sendiri dan orang lain.

Terima kasih telah membaca! Jangan ragu untuk berbagi artikel ini dengan teman-teman atau keluarga yang mungkin membutuhkannya. Jika Anda merasa terjebak dalam pemikiran untuk mengakhiri hidup Anda, ingatlah bahwa ada harapan dan bantuan tersedia. Hubungi profesional kesehatan mental jika Anda merasa memerlukannya. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Dr. B Wikantiyoso, Psi

Tentang Pengasuh

Dr. B Wikantiyoso, Psi

Founder Matala.id · Mental Health Advocate · Clinical Psychologist · Career Counselor · ReAttach Therapist

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Wikantiyoso

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca