
Bagaimana Anda tahu jika Anda sedang depresi, tulisan ini akan membantu menjelaskannya. Jika ada kitab suci tentang Kesehatan mental, Kitab Inilah yang digunakan psikiater dan psikolog klinis untuk mendiagnosis gangguan mental. Buku ini disebut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition. Dalam Bahasa Indonesia, Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental edisi kelima. Jadi, meskipun tenaga Kesehatan mental tidak melakukan tes darah untuk mendiagnosis atau membuktikan bahwa Anda depresi, Tenaga Kesehatan mental tidak main tebak-tebakan. Ada sekumpulan gejala dan perilaku yang terkait dengan depresi.
Untuk dapat didiagnosis dengan depresi, Anda harus mengalami lima dari gejala berikut ini setidaknya selama dua minggu. Gejala-gejala ini hadir setidaknya muncul hampir sepanjang hari pada hamper setiap harinya. Jadi, orang-orang tidak hanya sekejap tau-tau jadi depresi, Anda harus memiliki lima dari Sembilan gejala.
Pertama kita memiliki suasana hati yang tertekan. Orang mungkin berkata bahwa mereka merasa sedih, putus asa atau bahkan kosong di dalam. Anak-anak atau dewasa mereka bisa lebih mudah tersinggung pada isu-isu yang tadinya terasa “biasa”. Atau jika pada remaja yang terjadi biasanya murung berkepanjagan.
Gejala kedua adalah tidak dapat menikmati apa pun. Tenaga Kesehatan Mental biasanya menyebutnya anhedonia. Jadi hal-hal yang dulu Anda bisa nikmati tidak lagi terasa nikmat . Gejala ke tiga ada perubahan dalam penurunan atau kenaikan berat badan sebanyal lima persen dari berat tubuh sebelumnya. Bisa juga penurunan atau peningkatan nafsu makan.
Gejala keempat terkait urusan tidur. Insomnia atau hypersomnia. Insomnia akan sulit jatuh atau tetap tertidur dan biasanya tidur hanya kurang dari lima jam. Hipersomnia adalah tidur lebih dari sepuluh jam dan perilaku ini bisa terus menerus atau bisa juga total tidur malam, ditambah tidur siang Anda.
Gejala kelima adalah rasa berat atau gelisah. Beberapa klien mengatakan bahwa mereka dapat mengetahui kapan depresi mereka datang karena mereka merasa anggota tubuh terasa semakin berat. Gejala lainnya adalah kelelahan atau kekurangan energi sepanjang hari. Biasanya diiringi dengan perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah yang berlebihan.
Anda bisa mengalami kesulitan berpikir atau berkonsentrasi dan membuat keputusan. Depresi adalah gangguan serius yang mempengaruhi pada kemampuan Anda untuk berkonsentrasi dan focus. Jika Anda tidak dapat fokus atau memperhatikan, tentu saja akan muncul kesulitan mengingat. Sehingga depresi juga bisa menyebabkan masalah ingatan.
Kemudian kita berpikir tentang kematian atau berpikir tentang bunuh diri. Depresi benar-benar dapat merusak persepsi Anda tentang masa depan Anda. Segalanya bisa terlihat sangat suram dan sampai pada titik di mana Anda hanya ingin Anda mengakhiri rasa sakit.
Ada perbedaan antara bunuh diri pasif dan bunuh diri aktif. Contohnya, Anda sedang menyeberang jalan dan Anda berpikir jika sebuah mobil datang dan menabrak diri anda sekarang, anda akan baik-baik saja. Itulah bunuh diri pasif. Anda tidak memiliki rencana atau niat untuk mengakhiri hidup Anda, tetapi prospek melakukan sesuatu atau seseorang membunuh Anda adalah pilihan yang menarik bagi Anda.
Orang-orang menjadi bunuh diri secara aktif ketika mereka mulai merumuskan rencana di kepala mereka. Jadi merancang kematian sudah bergulir di imajinasi mereka. Meskipun saat ini mereka menahan diri untuk tidak bertindak. Bunuh diri aktif adalah keadaan darurat dan harus dirawat di rumah sakit atau pusat krisis di mana orang tersebut dapat berada dalam lingkungan yang aman sampai mereka lebih stabil.
Ada beberapa simtom yang tidak disebutkan di daftar tadi tapi sering muncul. Misalnya Anda merasakan bahwa seluruh aspek dalam hidup anda terasa sulit. Anda akhirnya tidak menyelesaikan apa pun. Anda tidak bisa memaksa diri untuk menyelesaikan tugas kehidupan (kantor, rumah tangga, sekolah, dsb). Ada juga yang sering menangis, Anda bisa mengalami “konslet” sepanjang waktu yang membuat Anda sangat mudah tersinggung, mudah sedih atau mudah marah.
Seperti yang sudah diulas, ada banyak gejala, tetapi satu pertanyaan penting yang harus dijawab adalah seberapa besar gejala ini berdampak dalam hidup Anda? Cara lain untuk menjelaskannya adalah seberapa banyak gangguan yang sebenarnya disebabkan oleh gejala-gejala depresi ini. Satu jenis orang dapat mengalami beberapa dari gejala yang terdaftar ini tetapi mereka masih akan bekerja setiap hari dan mereka masih berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Tapi mereka tidak merasa bahagia di dalam. Mereka pergi ke hal-hal sosial ini dengan senyuman palsu , tetapi merasa sangat hampa saat berada di tengah keramaian. Lalu ada orang dengan jenis lain yang mungkin kesulitan bangun dari tempat tidur, tidak bekerja dan beberapa orang bahkan sampai berhenti mandi (merawat diri). Kasus-kasus ini yang mungkin tidak akan berhasil tanpa bantuan profesional. Sedangkan orang pertama mungkin bisa bekerja keras tanpa perawatan apa pun dan kemudian gejala ini akhirnya berlalu (walaupun dirinya merasa tersiksa di dalam). Jadi untuk membantu mengurangi atau mempercepat hilangnya gejala depresi atau bahkan depresi itu sendiri Konseling dan / atau terapi dengan Tenaga Kesehatan mental sangatlah membantu.






Tinggalkan Balasan