Wikantiyoso

,

Tujuh Tanda Autisme Orang Dewasa yang Tidak Terdiagnosis

·

3–4 menit

baca

Autisme yang tidak terdiagnosis pada orang dewasa lebih banyak terjadi dari yang kita pikirkan. Saat ini, diagnosis autisme pada anak-anak lebih sering terjadi, tetapi banyak orang dewasa yang tidak terdiagnosis karena kurangnya pemahaman tentang tanda-tanda autisme di masa dewasa. Dalam artikel ini, kita akan membahas tujuh tanda umum autisme pada orang dewasa yang mungkin tidak Anda sadari.

1. Interaksi Sosial yang Sulit

Orang dewasa dengan autisme sering merasa kesulitan dalam interaksi sosial. Mereka mungkin secara intuitif merasa sulit untuk memahami teman-teman, menyesuaikan diri dalam situasi sosial, atau mengetahui apa yang harus dilakukan. Hal ini dapat membuat interaksi sosial sangat melelahkan dan tidak menyenangkan. Akibatnya, mereka mungkin menghindari interaksi sosial, lebih suka menghabiskan waktu sendirian, atau tampak canggung serta nyentrik dalam situasi sosial.

2. Kebutuhan akan Struktur dan Rutinitas

Orang dengan autisme sering memiliki kebutuhan yang kuat akan struktur dan rutinitas. Mereka mungkin terlihat sangat terorganisir dan teratur, atau sebaliknya, terlihat kacau dan tidak terorganisir jika rutinitas mereka terganggu. Kebutuhan akan struktur ini membantu mereka mengurangi beban fungsi eksekutif dan membuat keputusan sebelumnya, seperti merencanakan apa yang akan dikatakan dalam interaksi sosial.

3. Kepekaan Sensorik

Kepekaan sensorik adalah tanda umum autisme, yang dapat melibatkan sensitivitas terhadap cahaya, suara, rasa, tekstur, atau bau. Selain itu, orang dengan autisme mungkin memiliki toleransi rasa sakit yang tinggi atau rendah, atau mengalami masalah dalam mengatur suhu tubuh. Kepekaan sensorik ini dapat mempengaruhi koordinasi dan membuat mereka tampak kikuk atau tidak nyaman dalam situasi tertentu.

4. Keahlian Spesifik

Orang dengan autisme sering memiliki keahlian yang sangat spesifik dalam beberapa bidang tertentu, sementara di bidang lain mereka mungkin sangat kesulitan. Misalnya, seseorang mungkin sangat ahli dalam matematika tetapi kesulitan mengingat tanggal ulang tahun atau memasak. Keahlian yang spesifik ini menciptakan kesenjangan yang signifikan dalam kemampuan mereka, yang dapat menjadi petunjuk adanya autisme.

5. Kesulitan dalam Mengatur Emosi

Orang dengan autisme sering mengalami kesulitan dalam mengatur emosi, yang dapat terlihat dalam bentuk amarah, penutupan, atau penarikan diri. Ketika dunia terasa terlalu berat, mereka mungkin mengalami kekacauan emosional atau menutup diri dari lingkungan sekitar. Penutupan dan penarikan diri ini dapat menjadi tantangan besar dalam membina hubungan dan interaksi sosial.

6. Asosiasi Mental yang Tidak Lazim

Orang dengan autisme sering membuat asosiasi mental yang tidak biasa dan lompatan pikiran yang tampak acak bagi orang lain. Misalnya, ketika mendengar kata “donat,” mereka mungkin langsung memikirkan “stasiun luar angkasa.” Asosiasi yang tidak biasa ini dapat membuat komunikasi menjadi sulit karena mereka mungkin menangkap makna yang berbeda dari apa yang dimaksud oleh pembicara lain.

7. Terlihat “Berbeda”

Orang dengan autisme sering terlihat “berbeda” dalam cara yang tidak dapat dijelaskan secara jelas. Mereka mungkin memiliki perilaku atau cara berpikir yang membuat mereka menonjol dari orang lain. Meskipun menjadi “berbeda” tidak selalu berarti autis, jika seseorang sering merasa berbeda dalam berbagai situasi, itu bisa menjadi tanda adanya autisme.

Mengenali tanda-tanda autisme yang tidak terdiagnosis pada orang dewasa dapat membantu memahami diri mereka sendiri dan mencari dukungan profesional yang diperlukan. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menunjukkan tanda-tanda ini, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental. Apabila Anda berada di sekitaran Bintaro, kami menyediakan layanan psikologi gratis untuk pertemuan pertama. Memahami dan menerima autisme dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan membuka jalan bagi pemahaman yang lebih baik tentang diri sendiri dan orang lain.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat dan menginspirasi, jangan ragu untuk membagikannya dengan teman-teman dan keluarga Anda. Seandainya Anda atau seseorang yang Anda kenal mungkin memiliki autisme yang tidak terdiagnosis, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional. Menghubungi psikolog atau konselor bisa menjadi langkah pertama menuju kehidupan yang lebih sehat dan lebih bermakna. Terima kasih telah membaca! Semoga posting blog ini memberikan wawasan baru tentang autisme pada orang dewasa dan mendorong pembaca untuk mencari dukungan yang mereka butuhkan.

Dr. B Wikantiyoso, Psi

Tentang Pengasuh

Dr. B Wikantiyoso, Psi

Founder Matala.id · Mental Health Advocate · Clinical Psychologist · Career Counselor · ReAttach Therapist

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Wikantiyoso

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca